Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

"Sukses Dengan Otak Kanan"


Membaca Buku 7 Keajaiban Rezeki membuat saya terpana, terkejut dan mengucapkan kata Masya Allah. Mengapa? karena didalam bukunya terdapat banyak makna yang membuat orang seperti saya terkejut untuk kesekian kalinya.#lebay dulu ^^, contohnya saja :

Ibadah Cara kiri, yaitu :
·   Kaya dulu, baru sedekah
·   Mapan dulu, baru menikah baru punya anak
·   Cukup Dulu, baru berbakti ada orang tua
·   Dapat Nikmat Dulu, baru bersyukur, berhusnudzon
·    Punya kebebasan waktu dulu, baru shalat dhuha, baru shalat tahajjud
·    Merasa berdosa dulu baru shalat tobat, baru istighfar

Sepintas ini tampak masuk akal
Padahal otak kanan dan agama malah mengajarkan kebalikannya:

·    Sedekah dulu baru Rezekinya bisa berlimpah
·    Menikah Dulu, baru Rezekinya Bisa berlebih
·    Bersyukur, Berhusnudzon, Beristighfar, dan Dzikir itu mesti diamalkan dimana pun dan kapan pun
Memang otak kiri dan otak kanan senantiasa bekerja beriringan dan saling mendukung. apalagi terkait ibadah, otak kiri sangat berperan untuk keteraturan dan penghafalan. Apa yang disesalkan disini adalah pola pikir kiri yang berlebihan terutama soal Rasionalitas.

Sembuh Cara Kanan

Pakai otak kanan Anda. Maksud saya (penulis), jangan terlalu dipikirkan. Kalau anda mau sehat dan bayangkan kondisi sehat itu. Sebaliknya, kalau Anda mau terus-terusan sakit, maka sebutkan kata sakit dan rasakan kondisi sakit tersebut. Terserah Anda.

·   Sebisa-bisanya berkatalah, bersikaplah dan bertindaklah layaknya orang sehat. Dengan kata lain berpura-pura sehat sampai anda benar-benar sehat. Apabila ada orang yang menanyakan kabar Anda, maka jawablah “Alhamdulillah, saya baik-baik saja", Jangan malah mengeluh waduh hidung mampet dll
·  Ingatlah setiap kali anda mengeluh maka otak akan merekam keluhan itu dan menguatkannya makapastikan otak merekam dan menguatkan sesuatu yang positif
·    Mintalah Do’a kesembuhan dari orang-orang yang terdekat terutama sepasang bidadari (orangtua)
·   Syukuri sakit tersebut kalau pakai otak kiri pastilah sulit untuk mensyukuri sakit. Namun kalau pakai otak kanan itu sih mudah-mudah saja
·     Minumlah Air zam-zam
·     Bersedekahlah

Dengan Idzin-Nya, Anda akan sembuh dalam waktu yang jauh lebih cepat bahkan dalam hitungan jam. Yah ini bergantung pada kekuatan otak kanan dan keyakinan Anda.

Sumber : 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho “Right” Santosa

Note : Maaf pembahasan di atas hanya sebagian kecil dari beberapa pokok bahasan yang terdapat pada buku keajaiban rezeki ^ ^

Sumber Gambar:gotahitiannoni.blogspot.com

Senin, 09 Maret 2015

"Sastra oh Sastra"

Sastra adalah sebuah hasil karya yang tercipta dari ide kreatif pengarang mengenai pandangannya terhadap kehidupan manusia dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Sastra sebagai hasil imajinatif pengarang berfungsi sebagai hiburan yang menyenangkan. Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan, dan memberikan makna terhadap kehidupan. Makna terhadap kehidupan misalnya makna kegembiraan atau kesengsaraan.

 Karya sastra sangat erat kaitannya dengan pengarangnya. Karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang berupa ekspresi atau imajinasi yang berasal dari kejiwaan dan emosionalnya yang diungkapkan melalui tokoh dalam karya sastra. Karya sastra yang paling dominan dibaca oleh masyarakat adalah karya sastra yang berupa prosa fiksi. Prosa fiksi merupakan sebuah cerita dari tafsiran pengarang yang mempunyai struktur bangunan yang koheren dan bersifat imajinatif. Yang termasuk prosa fiksi yaitu novel, roman, dan cerpen. Salah satu karya sastra yang dipandang sebagai hasil dialog yang mengangkat dan mengungkapkan kembali berbagai permasalahan kehidupan manusia adalah novel. Novel memberikan pembebasan, pembebasan berasal dari makna karya yang diperoleh pembaca. Makna yang dimaksud adalah yang memberikan semacam  kepuasan kepada pembaca (Susanto, 2012:87).

  Novel Telegram yaitu novel yang menceritakan mengenai keadaan tokoh utama yaitu tokoh aku yang mengalami konflik kejiwaan yang disebabkan oleh adanya masalah-masalah yang timbul dalam kehidupannya, yaitu masalah keluarganya yang berada di daerah bali. Informasi mengenai masalah-masalah keluarganya ini terdapat pada Telegram, berawal dari adanya kiriman Telegram inilah yang membuat pikiran dari tokoh aku terganggu, setelah peristiwa itu dia pun menganggap bahwa Telegram merupakan sesuatu yang menakutkan karena selalu membawa kabar yang menyedihkan, jadi sikap tokoh aku jika setiap kali menerima Telegram yaitu belum sempat membuka apa isinya, pikiran dan perasaan tokoh aku sudah mengembara dengan bebas ke mana-mana artinya dia sering memikirkan hal buruk sebelum membaca isi Telegram tersebut.

 Kelebihan novel telegram yaitu pembauran antara alam sadar dan tak sadar yang direfleksikan ke dalam karya sastra, adanya pembauran antara alam sadar dan tak sadar yang menjadikan novel ini menarik, karena adanya jalan cerita yang berbaur antara alam sadar dan tak sadar manusia sehingga menimbulkan kaitan antara novel dengan teori. Pada novel Telegram karya Putu Wijaya banyak dikisahkan mengenai tokoh utama yaitu tokoh aku yang berfantasi atau berada pada alam tak sadar hal ini kemudian memiliki relevansi dengan teori mekanisme pemertahanan ego berdasarkan psikoanalisis Sigmund Freud dan novel Telegram juga pernah menjadi pemenang Sayembara Roman  Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1971. 
SumberGambar  :penulispro.net