Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Si Bontot



By Google


Menjadi anak bungsu tidak selamanya apa-apa mesti di penuhi, malahan kita di haruskan mendewasakan diri sebelum waktunya.

Malahan si bontot sering dijadiin tempat curhat oleh kakak-kakak tersayangnya

Dan sesekali dimintain solusi atas masalah-masalah kerumahtanggaan..

Lah … yang adik sebenarnya siapa sih?

Eh tapi tapi aku juga sering baca-baca artikel atau buku-buku yang ada kaitannya dengan masalah kerumahtanggaan loh ya…  untung –untung bekal sebelum nikah # eh hahaha…

Nah disini aku bisa jadi pendengar setia plus ajang tempat curhat..


Curhat dong mah…. Wkwkw..

Sabtu, 18 Maret 2017

Titik Terlemah

Allah memberikan ujian di titik terlemah hamba-Nya,  dan titik terlemah saya pada saat itu adalah di berikan hidayah oleh Allah untuk memakai hijab syar’i di tengah keluarga yang  tidak bisa menerimanya.

By Google
Ada banyak opini dari keluarga mengenai mereka(baca: para akhwat), dari terlalu ekstrimlah, kuliah belum selesei langsung nikahlah, akan di jadikan istri teroris dan lain sebagainya.

Ada kenyamanan ketika saya menjalin ukhuwah dengan kakak-kakak yang berhijab syar’i. mereka lembut, santun , sholihah, dan tentunya humoris.

Tidak hanya di keluarga saya saja yang tidak mendukung bahkan hanya saya seorang diri di kelas di program studi sastra indonesia yang berjilbab syar’i, di jahili teman bahkan di jahili oleh dosen sendiri.

Nah, yang di jahili oleh dosen inilah salah satu ujian terberat bagi saya, bagaimana tidak pembimbing saya yang satu ini bisa di bilang tidak mau saya tinggalkan dari kampus hahaha. Awal di jahili sejak dia memberikan judul penelitian untuk di jadikan skripsi nantinya.

Dan sementara berjalanannya proses pembimbingan, saya kan biasanya nunggu pegawai jurusan di koridor jurusan untuk mengurus administrasi, dan ketika sementara menunggu itu si dosen bersangkutanpun datang dan nanya yang aneh-aneh sampai minta PIN.

Dan waktu itu dikepala saya adalah “kok bapak ini mau minta PIN ATM ya?” wkwkwk.. maklum … saat itu saya belum punya hape pinter.

Saya hanya terdiam ketika dimintaki PIN, dan semenjak saat itulah saya menjadi MahaSiksa, terlalu lama proses revisi sama beliau. Masa’ kalau dia sudah ada di jurusan, itu proposal harus di simpan dulu. Ya Ampun.

Hal ini terus berlanjut sampai pada saya memasuki tahap kedua yaitu hasil penelitian, nah di tahap kedua ini tetap saja beliau tidak berubah sampai akhirnya beliau di panggil menghadap-Nya. Akhirnya beliau yang meninggalkan saya. Rencana Allah tidak ada yang tahu.

Kembali ke masalah keluarga, setelah menggenggam kata “Sarjana” saya tidak langsung bekerja selama beberapa bulan dan ini adalah ujian berat banget hihi. Sebenarnya ada beberapa penawaran cuma keluarga tidak setuju.

Dan titik puncaknya adalah salah seorang kakak saya punya link di salah satu kantor jurnalistik, saya di tawari di sana karena sesuai dengan jurusan saya. Tapi saya menolak sebab kata kakak saya jilbab yang saya pakai harus di ganti sama yang lebih pendek saja atau yang lebih modis. Saya tidak menerima dan kembali menerima cercaan, dan hinaan dari keluarga terutama Ayah dan Mamak.

Dan solusinya adalah kembali kepada Allah, Allah yang membolak-balikkan hati hamba-Nya. Saya terus berdo’a agar di berikan pekerjaan yang sesuai dan Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah bekerja.

Kembali .. Allah menguji hamba-Nya pada titik terlemahnya, dan ujian saya selanjutnya adalah … 
Ada dehhh hehehe …


Do’ain semoga saya bisa menghadapinya. Aamiin Allahumma Aamiin ..

Selasa, 07 Maret 2017

"Edisi Curhat ceritanya ..."

Hai-hai warga masyarakat sebangsa dan setanah air One Day One Post, akhir-akhir ini mungkin saya akan jarang nulis dulu di sebabkan oleh kondisi tubuh dan otak yang tak memungkinkan. Di tambah kondisi makassar yang akhir-akhir ini di guyur hujan.

Hmm… sebenarnya ini tidak harus menjadi alasan sih, cuman yah kondisi saya drop  banget kalau udah sampai di rumah.

Dan untuk menjadi warga yang baik dan taat aturan saya mungkin akan menaati aturan di One Day One Post, yang tak sampai 10 postingan akan left dari group. Hiks …

Huwaaa … nulis ini saja saya mesti bangun dari pembaringan dengan beberapa kali ngelap “air hidung”

#ups… hehe mAAP …

Okehhh

Sekian..


Wassalam …

Minggu, 12 Februari 2017

Tentang Kakak Dewi DeAn

Dewi Mariyana … seorang penulis, blogger, chef, wanita sholehah, ramah lingkungan, gokil abisss dan masih banyak lagi …#hayoo bantuin sebutin.

Bertemu hanya lewat alam baka #eh alam maya membuat saya merasa nyaman berkomunikasi dengan cewek satu ini.

Gokilnya ga ketulungan, memiliki wawasan yang luas yang Masya Allah.

Saya begitu kagum dengan beliau #eh beliau, eh kan emang udah tua ya.. hehe.. ga usah protes…, kagum dengan semangat, kekuatan kakak yang satu ini.

Betapa tidak? Ia hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu dengan aktivitas yang berjibun.

Salut, salut, salut pakai banget, banget, banget dah …

Sang Ratu antologi kapan-kapan main ke makassar yah yah yah …

Tapi, di kaulah yang harus traktir akuu… hahaha…

Semoga dirimu disana sehat selalu, tetap dalam lindungan dan penjagaan Allah.

Aamiin Allahumma Aamiin..

Kata-kata saya dah habiss kakak… Maapiiin ya ya ya…

MISS U MUCH… mu mu mu…


"Anak paling Bandel"









By Google
Terlahir sebagai anak bungsu membuat saya menjadi anak manja, ini kata orang loh wkwkwk. sebagai anak bungsu saya tak terlalu dekat dengan Mama dan Ayah. Entah kenapa.

Kata salah satu kakak saya, di antara 6 bersaudara sayalah yang paling selalu ngebantah, bandel, tidak mau nurut.

Iya sih saya sadar sesadar-sadarnya, hal ini terjadi pas saya memasuki bangku kuliah. Pada saat itu kan lagi marak-maraknya berita mengenai teroris nih, yang istrinya pakai cadar dan jilbabnya besar-besar. Nah, pada saat itu saya ketahuan berteman dengan mereka di kampus.

Mama dan Ayah khawatir penampilan saya akan seketika berubah dan tiba-tiba bercadar, hamil di luar nikah, telat selesei kuliah (gambaran di pikiran Ayah), dan sebagainya. Saya sempat di sidang. Dan Ayah yang tidak pernah sekalipun marah sama saya lalu mengatakan “ kalau kau tidak mau memutuskan hubungan dengannya #eh, dengan mereka maksudnya maka saya tidak akan membayar SPP mu lagi”.

Seketika itu saya tersentak, bagaimana ini. Dan pada saat itu tinggal beberapa bulan lagi batas pembayaran SPP akan di tutup. Saya ingin minjem ke teman-teman. Hasilnya nihil.

Tiba-tiba saya teringat kakak laki-laki saya yang juga paling ngebantah saya untuk ikut organisasi itu. Hati saya berbisik untuk langsung menghubunginya lewat sms” kak, saya mau pinjam uang untuk membayar SPP, nanti saya bayar kalau beasiswa saya sudah cair”.

5 menit berlalu, 10 menit, 25 menit dan balasannya. “iya”

Alhamdulillah, pada saat itu saya tak kuasa menahan air mata.
Sebenarnya sih pesan kedua orangtua dan kakak-kakak saya sederhana saja. Kuliah ya kuliah saja tidak usah masuk organisasi ini itu.

Tapi, entah mengapa saya merasakan ketenangan, kenyamanan bersama mereka, (baca:para akhwat), tarbiyah, belajar tahsin/tartil, dan sedikit turut andil dalam dakwah di kampus.

Ketika saya menceritakan ketidaksetujuan orangtua saya terhadap kegiatan yang saya pilih, salah satu kakak di kampus mensupport saya dan mengatakan

“Dek, kita harus selalu bersikap baik kepada orangtua kita walaupun mereka tidak pernah setuju dengan jalan yang kita ambil. Allah berfirman :” tidak ada keta’atan terhadap makhluk dalam menyelisihi-Nya. Intinya selama niat kita adalah ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan ini maka tempuhlah. Dan terutama do’akan kedua orangtua kita agar mereka mendapatkan hidayah”.

Alhamdulillah dengan bantuan Allah saya bisa membuktikan bahwa saya tidak berteman dengan teroris, saya berteman dengan para mujahadah Allah, dan kami bisa selesei tepat pada waktunya.

Maafkan saya Ma, Yah bandel  untuk kebaikan … ^^.

Oh iya, setiap kali ada tamu yang berkunjung ke rumah. Pasti mereka bilang

Tamu  :“ sudah menikah semuami anakta di?”
Mama ; “Iye, tinggal satu”

Saya yang berada di dapur. Nahaan napassssss…., Hembuskannnnn…


Selasa, 17 Januari 2017

Ini Resolusiku Mana Resolusimu???



Image by Google
Hmm.. bicara mengenai resolusi sebagai seorang  hamba, seorang anak, seorang tante, seorang ponakan, seorang guru, seorang adik yang manis hahaa.. Aaminkan saja lah. Ga usah protes dan seorang- seorang lainnya saya harus selalu mengupgrade dan mengupdate diri setiap harinya.

You knowlah sabda Rasulullah seorang mukmin yang baik itu adalah mukmin yang hari ini harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Ya secara spesifik resolusi saya di tahun ini adalah kembali pada paragraf di atas hehe…, intinya semakin memperbaiki diri, memperbaiki kualitas sebagai seorang-seorang itulah dan tentunya memperbaiki dan menyiapkan diri untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi.eh SMA kali maksudnya memasuki bahtera rumah tangga. Hahaha.. yaelah bahasanya …

Oh iya, nerbitin buku, nah kalau yang ini masih dalam tahap angan-angan belaka pemirsa, sampai jam, menit, detik ini saja saya belum buat apa tuh nama kerennya. Saya lupa. Bahasa anak SD ya ya kerangka karangan. Tapi Aamiinkan sajalah kawan semoga saya bisa nerbitin buku tahun ini … hahhaa… #maksa

Ya sudahlah itu saja dari saya.

Sekian.


Wasalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Minggu, 20 November 2016

Minggu, 23 Oktober 2016

Untukmu

Kenapa yah akhir-akhir ini aku merasa di cuekin sama seseorang, aku salah apa? Salah satunya di chat tidak langsung di baca. Oke, kalau begitu aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada yang salah baik di sengaja atau tidak.

Hmm… do’aku selalu sama untukmu semoga baik-baik saja di sana. Jaga kesehatan.

Sudah itu saja.

Di bolak-balikpun kata rindu tidak akan membentuk namamu

Tapi,

Kata rindu hanya tertuju padamu

Hanya padamu.

Daaannn virus malasss menyerang malam ini..

Malassss ke sekolahhh besok pemirsahhhh..


Udah itu aja lagiii heheh…

Minggu, 02 Oktober 2016

"Mantan"


Mantan...

kok aku langsung mau bahas ini sih..

ya.. pengen aja... hehe.., hmm.. menurut sebagian orang mantan itu tidak bisa dilupain, apalagi mungkin  mantan zaman putih abu-abu, dan.. bahkan zaman,, sekolah menengah pertama.. yang sampai sekarang masih kebayang.

yup berkesan mantan terindah kata grup band,, saya lupa nama bandnya.. maap..wuehehe.., dan saking berkesannya mungkin sekarang ini masih ada loh yang inget hari ultah mantannya. aku turut berbahagia. eh emangnya nikahan apa...

ga bisa dipungkiri sih dia yang kita cinta dan mencintai kita dulu dan karena takdir atau apa langsung pisah. kalau aku...,yah aku masih inget dengan mantan tapi tak ingat hari ultahnya. jahat banget ya aku.., hahaha.., tapi buat apa? Lah dia  udah punya istri. ga tau kalau yang satunya.

kalau yang satunya saya do'ain semoga dapet yang lebih baik dari aku. Aamiin..

Dan terakhir yang mantannya masih belum di khitbah, dan masih sangat mencintai dia saya do'ain semoga kalian berjodoh. Aamiin Allahumma Aamiin..

Sabtu, 24 September 2016

Hati Yang Tersakiti


Saya masih sangat memikirkan cerita cinta dari seorang kakak perempuan, ia cantik, berprofesi sebagai pendidik, dan sholehah pastinya. 

Dulu, ia sangat mencintai seorang lelaki yang ia kenal di sebuah kampus. Teman sekelas lebih tepatnya. Mereka menjalin ikatan sampai akhirnya lelaki ini memperkenalkan kakak cantik ini ke keluarganya.

Dari kisahnya saya berkesimpulan kakak ini sudah demikian akrabnya dengan keluarga lelaki ini. Dan nantinya mereka akan menikah. Tapi takdir berkata lain. Kekasih kakak ini lebih memilih untuk melanjutkan studinya ke sebuah negeri.

Ketika ia bercerita tentang kisahnya, ia mengatakan dengan bernada emosi” selama ia melanjutkan studi di sana, ia tak pernah sekalipun menghubungi saya, hanya saya yang menghubunginya. Menunggu chat darinya dan hasilnya nihil”.

Pada akhirnya saya menenenangkan beliau “mungkin kak, beliau sedang sibuk, tidak mau di ganggu dulu untuk sementara”. Tapi dengan nada emosi ia berkata “tidak, ia tidak seperti itu sebelum-sebelumnya, dan perkataan inipun terulang kembali.

“kenapa ia memperkenalkan saya ke keluarganya?”

Tangan saya tiba-tiba kaku, tidak bisa mengetik apapun untuk menjawab kalimat yang terlontar itu.

Beliau menetap di sebuah kota, kota di indonesia yang dijuluki “kota salju abadi”. Saya salut dengan kakak ini meskipun begitu ia tetap berhubungan baik dengan keluarga kakak lelaki ini. Membelikan mainan buat ponakan-ponakannya. Dan ia saya anggap sebagai kakak saya sendiri.

Ya, beliau sudah saya anggap sebagai kakak kandung saya meskipun lelaki yang saya ceritakan ini memilih perempuan lain. kakak lelaki ini adalah kakak kandung saya.

Di satu sisi sebagai adik tentunya saya tidak bisa menyalahkan kakak karena lebih memilih perempuan lain sebagai teman hidupnya. Mungkin ini yang di sebut sebagai jodoh, karena kematian, rezeki, dan jodoh adalah hal yang tersembunyi. Tak seorangpun bisa mengetahuinya.

Allah lah yang berkehendak

Tapi di sisi lain, saya.. huft.. tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saya tau perasaan kakak sebagai perempuan. Sangat sakit.

Pada saat di rumah sedang berkumpul, ia kemudian mengatakan alasan mengapa memilih wanita lain. Pertama, karena alasan jarak. Pasti banyak biaya yang akan di keluarkan. Kami beda kota.
Kedua, setelah saya mengetahui seluk beluk keluarganya. Saya berkesimpulan bahwa ketika kami bersatu maka akan terjadi ketidakcocokan di antara ibu. Antara ibu kami dan ibunya.

Sebagai saudara-saudaranya kami tak bisa menganggu keputusannya.


dan sampai sekarang saya merasakan luka yang beliau rasakan.  

Kamis, 08 September 2016

Cuap Cuap Tere Liye

Hari Ahad yang lalu tepatnya tanggal 4 September 2016  adalah jadwalku menuju kampus Universitas Hasanuddin, bukan ingin bertemu kampusnya, tapi … ingin ketemu salah satu penulis yang sangat menginspirasi.

Yaitu …Tere Liye....

Di hari itu aku tidak dapat fotonya… hiks… kamera HP ku jelek di tambah saya lupa minjem kamera kakak…., dan bencana kedua adalah gegara buru-buru dan tidak bawa novel-novelnya aku juga tidak dapat tanda-tangannya… hiks..hiks…

Ya sudahlah lupakan kecerobohanmu Ir….

Di sana saya dapat banyak ilmu di antaranya :

Katanya kalau ingin menjadi penulis itu kita harus memiliki motivasi, kedua apa yang kemudian harus di tulis, dan yang ketiga bagaimana memulai karir kepenulisan kita.
Jadi itu aja?

Ga dong, beliau juga menceritakan bagaimana kemudian novel-novelnya di tolak oleh beberapa  penerbit, di kala mentok atau tetiba ga ada ide dalam nulis dan lain lain.

Tau novel Hafalan Shalat Delisa kan? Ya pasti tahulah. Kata beliau novel Hafalan Shalat Delisa itu belum selesei loh. Katanya pada kejadian Delisa selesei shalat harusnya Delisa masih harus di tanya tentang hakikat surah-surah yang ia baca. Tapi, kenyataannya Bang Tere mentok langsung pada ide cerita yang tiba-tiba Delisa menemukan cincin.

Kata beliau cerita belum selesei tapi udah di tonton oleh 30 juta orang. Masya Allah….
Dan katanya Novel Hafalan Shalat Delisa  juga pernah di taruh di rak bagian Hafalan Shalat bukan di bagian Novel hehe…

Beliau juga cerita pada saat ia ingin melanjutkan cerita pada novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu, kata beliau pada saat itu ga ada ide sama sekali untuk meneruskan ceritanya. Maka yang di tulis di laptopnya adalah

“saya ga tau mau nulis apa”

Hehe… Bang Tere Lucu Bingits….

Pernah juga suatu ketika Bang Tere di tanya oleh Ibu Rumah Tangga:
“ Bang, bagaimana saya memulai menulis? Saya juga berkeinginan menjadi penulis Bang”,  kata Bang Tere tulislah setiap resep masakan ibu setiap harinya. Maka, seiiring berjalannya waktu Sang Ibupun menulis resep-resep masakan setiap harinya di Blognya.. dan beberapa bulan kemudian ada penerbit yang menemukan dan melirik blog Ibu itu. Masya Allah sangat menginspirasi.

Dan….Kata Bang Tere ….
Menulis itu  adalah pekerjaan yang di laksanakan dengan enjoy dan katanya penulis yang baik adalah penulis yang tulisannya di kenal bukan orangnya.

Demikian... semoga bermanfaat..



Minggu, 01 Mei 2016

"30 April 2016"

Sabtu, 30 April 2016

Pukul 02.00 WIB

Mata ini entah mengapa tak bisa terpejam

Aku tak lagi menghiraukan pesan sahabat untuk tidur lebih awal

Sebab tidur di akhir malam berakibat sangat buruk bagi kesehatan

Beberapa jam yang lalu diri ini tengah membuat kebahagiaan kecil di keluarga One Day One Post

Memposting makhluk yang berekspresi sangat lucu ^^

Kurang lebih 4 bulan kebersamaan di komunitas ini menjadikan saya sudah menganggap mereka menjadi bagian dari keluarga saya sendiri

Entah, mungkin keceriaan saya tidak akan seperti saat ini, apalagi sepertinya kita akan tergabung dengan keluarga baru

Membuat mereka bahagia tuh rasanya gimana gitu …

Maap yah nyet …, aku telah menjadikan kamu bahan candaan hehe …
#eh emangnya nyet punya blog apa hehe..

Tahu tidak sebenarnya saya tengah di rundung banyak masalah hidup

Tapi, mengalihkannya dengan membuat orang-orang yang kusayangi tertawa

Yah, untung-untung sedekah ^^

Allah tidak memberikan masalah melebihi batas kemampuan hamba-Nya

Dan sepertinya saya butuh makanan rohani nih …

Bersambung …


Kamis, 24 Maret 2016

"Anakku ?"

Bismillah...

Menjalani rutinitas setiap hari dengan jadwal yang sama membuat saya merasa bosan –sebosan bosannya, apalagi kalau pergi pagi pulang malam demi mengais rezeki. Tak ayal terkadang saya ingin terlepas dari belenggu ini.

Menjadi seorang guru pendidikan anak usia dini menjadikan saya seperti sudah menjadi ibu, bagaimana tidak mereka datang pada saat mentari telah beranjak dari peraduannya dan mereka pulang hampir bersamaan dengan kepulangan mentari.

Secara fitrah lelah, letih, lesu, dan lain lain itu pasti adalah, apalagi diperhadapkan dengan bocah-bocah dengan berbagai karakter. Terkadang kemarahan itu muncul karena ulah nakal mereka, akan tetapi  dengan kepolosan mereka pun membuat saya sumringah kembali.

Dengan menyebut nama Allah saya sudah menerima mereka seperti anak sendiri, setiap hari bersama seakan-akan mereka telah membentuk saya menjadi ibu kandung bagi mereka.

Bunda..

Itu adalah panggilan sayang dari mereka yang mengandung banyak makna, setiap kali saya menatap mata mereka, seakan-akan mata mereka berkata:

Bunda, sayangi kami

Bunda, jangan marah ya apabila kami nakal

Bunda, kami sayang Bunda

Ya Allah saya jatuh cinta dengan mereka, mereka mungkin telah menganggap saya sebagai ibu kandung mereka sendiri. Semoga mereka menjadi anak sholeh dan sholehah hingga dewasa.
Aamiin Allahumma Aamiin..

Sumber Gambar : www.kompasiana.com

Sabtu, 19 Maret 2016

"Kini, Aku Adalah Bunda Bagi Mereka"



Suara Alarm kehidupan seakan membangunkanku dari tidur yang panjang, sebuah mimpi yang  bermetamorfosis menjadi sesuatu yang indah, ya alarm kehidupan, alarm yang diperuntukkan bagi  mereka-mereka yang masih berharap kehidupannya akan seperti apa yang diimpikannya.

Bagai pungguk yang merindukan bulan, ya seperti itulah mungkin diriku, merindukan sesuatu yang tidak akan pasti terjadi, sesuatu yang hanya berupa bayang-bayang semu semata.

Aku ditakdirkan oleh Allah sebagai manusia yang setiap harinnya beruurusan dengan kata, kalimat, frasa, paragraf, dan lain sebagainya. Terdaftar sebagai mahasiswa jurusan sastra indonesia di Universitas Negeri Makassar kemudian meninggalkan kampus orange ini sekitar dua tahun lalu.

Aku memasuki dunia kerja  sekitar enam bulan yang lalu, ceritanya saya seperti biasa hanya membuka Facebook, nah tanpa sengaja mataku tertuju pada sebuah pengumuman

Lowongan Kerja
Dibutuhkan guru TK
Di kompeks ruko taman sari, makassar

Kurang lebih seperti itulah pengumumannya, tetiba seperti ada suara yang berbisik

“Mendaftarlah… siapa tau rezekimu di tempat ini” kata hatiku
“Jangan, tidak usah mendaftar, kamu kan sedang kursus bahasa inggris untuk persiapan S2 nanti” pikirku.

Dan pada akhirnya…

“Bunda kenapa? bunda sakit?”
“Jangan Ribut!, itu bunda lagi sakit”
Kau tahu? Pertanyaan dan pernyataan ini terlontar dari seorang anak yang berumur 4 tahun. Ya Allah …sebegitu perhatiannya anak ini.

Aku telah menjadi seorang ibu, menjadi ibu untuk mereka semenjak matahari beranjak dari peraduannya dan kembali lagi, bercengkrama dengan mereka setiap harinya dan saya sudah menyayangi mereka seperti sudah memiliki anak sendiri Walaupun sebenarnya saya belum pantas untuk itu, mendidik anak tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi mungkin Allah ingin membelajarkan aku di tempat ini sebelum akhirnya aku menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.

Berilmu sebelum beramal
Belajar sebelum mengajar

Sumber Gambar : yuni1980.wordpress.com


Minggu, 13 Maret 2016

"Mereka Keluargaku"

Aku telah hidup dalam sebuah keluarga kecil sekitar 60 hari
Seperti bertemu saudara yang telah berpisah sekian lamanya
Berbagi canda, tawa, informasi, kegemaran, dan lain sebagainya
Ini berkat guru menulis kami Bang Syaiha
Yang telah mempertemukan kami dalam keluarga ini

Nah… mengenai anggota-anggota keluarga saya akan memperkenalkan satu persatu tapi dalam hal ini hanya empat orang dulu ya…

Diawali oleh bunda Julia Rosmaya, bunda yang lebih akrab di sapa bunda  maya ini memiliki kegemaran menulis, baik menulis tentang kegiatan sehari-harinya di rumah, menulis kondisi keluarganya, menulis  kegiatan sehari-harinya di kantor. Beliau juga tengah  sibuk-sibuknya menyeleseikan S3 nya. Masya Allah di tengah kesibukan beliau masih bisa meluangkan waktu sejenak untuk menuangkan rasa suka atau duka  dalam bentuk aksara, eh lupa beliau juga dokter hewan loch…

Berbicara mengenai dokter, saya langsung teringat dengan kata psikologi (pernah sedikit belajar teori ini karena maksa hehe) jika psikologi dihubungkan dengan salah satu anggota keluarga kami yang bernama mas Ken Patih Adichandra  maka yang ada dipikiran saya adalah beliau itu salah satu makhluk langka di dunia ini #eh. mengapa ? setelah membaca beberapa karyanya  kemudian saya menghubungkan dengan kata psikologi atau kejiwaan maka  beliau itu tergolong makhluk hidup yang cerdas, pola pikirnya berbeda dengan makhluk lainnya dan berwawasan luas pastinya tapi tergolong aneh hehe ( Just Kidding mas)

Dan sekarang kita akan memasuki wilayah religi.. anggota keluarga kami yang satu ini sangat senang berbagi ilmu atau nasehat tentang agama baik yang bersumber dari Alqur’an maupun Hadits secara beliau juga tengah menyeleseikan kuliahnya di salah satu universitas di jakarta dan mengambil jurusan syariah kalau tidak salah #maaf kalau salah. Terima kasih telah diingatkan dengan tulisan-tulisannya bang Ahmad Farid.

Dan terakhir yang selalu menjadi trending topik di keluarga kami adalah Muhammad Saepuddin , yang lebih akrab di sapa Kang Sae, entah kenapa akhir-akhir ini tulisannya tentang cinta melulu.. ataukah??? Aduh saya sudah suudzon nih maaf kang maaf di sengaja # eh. Kalau untuk Kang Sae mah semoga dipertemukan dengan jodoh dunia akhiratnya.Aamiin ya Allah…^ ^

Demikianlah sedikit ulasan mengenai anggota keluargaku. Sampai jumpa di lain kesempatan…

Assalamu ‘alaikum….




Jumat, 11 Maret 2016

"Sekolahku"

Tak terasa delapan bulan ini aku sudah menjadi bagian dari tenaga pendidik, bagiku menjadi tenaga pendidik adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah sebab jika kita tidak sengaja salah dalam berucap ataupun salah dalam tingkah laku maka anak didik kita akan senantiasa mengikutinya.

Bagiku  menjadi tenaga pendidik seharusnya disertai dengan latar belakang “pendidikan” agar tidak salah arah, Allah mungkin telah menakdirkanku sebagai tenaga pendidik yang telah DIA tulis dalam kitab Lauhul Mahfudz jauh sebelum bumi dan langit diciptakan.

Pendidikan Anak Usia Dini, ya… disinilah aku ditakdirkan, dipertemukan dengan bocah-bocah imut, lucu, menggemaskan, amat sangat nakal  nan dirindukan. Disinilah kesabaranku diuji dan ditempat ini pulalah aku belajar menjadi ibu bagi anak-anakku kelak Insya Allah.

Sekolah ini bernama Sekolah Dunia Anak Islam bertempat di Kota  Makassar, Sulawesi Selatan.  Di tempat inilah saya yang hanya dari jurusan non pendidikan diterima dan dipercaya menjadi tenaga pengajar.

Add caption

Dengan menyebut nama Allah, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2015 saya menginjakkan kaki di sekolah ini.

“Assalamu ‘alaikum bu…”
“Wa’alaikum salam”
“Dengan ibu irma? Yang akan mengajar disini?”
“Iya bu’, Insya Allah” ucapku

Sapaan yang indah dan santun dari seorang guru yang telah lama mengabdikan dirinya di sekolah ini, beliau kemudian mengajakku memasuki ruangan kelas dan mempersilahkan mengambil posisi untuk mengajar, dengan perasaan deg-degan dan jantung hampir copot aku pun hanya tersenyum dan mengatakan :”iya bu, terima kasih…”

“Ayo tuliskan bu guru, tuliskan pada diriku ini apa yang engkau ketahui, didik anak muridmu dengan baik dan benar, dan tentunya dengan kebijaksanaan, ajarkan mereka tentang aqidah dan akhlak, kedua hal ini sangat penting bagi mereka, agar mereka menjadi anak sholeh dan sholehah hingga kelak mereka dewasa Insya Allah, dan tentunya menjadi amal jariyah untukmu….”

“Ibu guru dengan engkau memegang diriku  dan menuliskannya pada papan tulis maka akupun mendapat pahala dengan idzin Allah tentunya.

Seolah-olah papan tulis dan spidol ini memiliki ruh dan ingin mentransfernya dengan cara mengungkapkan kegelisahannya agar bisa menjadikan akhlak dan aqidah ini terdepan pada diri anak didik di sekolah ini.

Papan tulis dan spidol ini menetap pada sebuah ruangan sederhana dengan kurang lebih hanya beberapa kursi di dalamnya, satu meja, tiga buah lemari penyimpan buku dan sebuah cermin yang terpajang pada dinding ruangan itu.

Disinilah mereka belajar
Disinilah mereka kadang bertengkar
Dan disini pulalah saya juga belajar
Menghadapi beragam karakter
Serta Untuk melahirkan anak-anak didik yang sholeh dan sholehah
Insya Allah, Aamiin…

NB: papan tulis,cermin, lemari dan spidolnya tak terpoto, maap yak…^^.. ini karena fotonya dadakan dtransfer dari hape teman baru malam ini. maafff saya selalu melupakan untuk mengabadikannya.. maafkan daku....




Kamis, 04 Februari 2016

"Takdir"

Di benak saya menjadi seorang guru TK itu gampang.. karena kita hanya dihadapkan dengan bocah-bocah..di benak saja "pasti ngajarnya akan gampang banget, khann cuma guru TK. akan tetapi setalah melewati beberapa hari saya baru sadar.. wih.. sadarnya lama banget.. saya sadar bahwa menjadi seorang guru bahkan guru apapun itu harus memiliki bekal yang maksimal setidaknya bergelar Amd PAUD lah..






kalau masalah nyanyi bernyanyi oke saya bisalah .. cari diyoutube kemudian menghafal.. besoknya insya Allah masih dingaat hehe. bedanya ketika saya diperhadapkan dengan masalah keterampilan ..wah saya tak ada bekal keterampilan apapun.. yah apapun.. saya kemudian tersadar lagi dan harus BELAJAR...BELAJAR..DAN BELAJAR.. ini khan pilihan saya, pilihan untuk mendaftar di "SEKOLAH" dimana.. saya berijazah "NON PENDIDIKAN"

Di Dunia Sekolah  dan tanpa bekal apapun entah bekal menjadi seorang guru yang berkualitas, harus punya keterampilan yang mumpuni, menjadi guru sekaligus orangtua di sekolah menjadikan saya wajib,kudu,dan harus memepelajari itu semua secara "otodidak"

Di sisi lain ini mungkin sudah "Takdir" saya .. Allah telah membuat skenarionya jauh sebelum saya diciptakan..hemm. 

TAKDIR_NYA  SULIT DI TEBAK
ENTAH APA TAKDIR SAYA SELANJUTNYA..
TO BE CONTINUED..

Sumber Gambar : www.slideshare.net
#onedayonepost
#februarimembara4

Rabu, 03 Februari 2016

Indonesia Negara Maritim Terbesar

  
   ini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruang ini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruang

      ini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruangini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruang

    ini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruang ini bapak budi ini ibuk budi ini kakak budi ini abang budi ini kakek budi ini nenek budi ini cucu budi ini keponakan budi ini bibi budi ini paman budi ini atok budi ini uyut budi ini hantu budi ini beruang



Minggu, 31 Januari 2016

"Hanya Untuk Ibadah"


Mereka telah pergi, pergi ke universitas kehidupan yang sesungguhnya.. Menjadi orang yang disegani, dihormati atau dicela
Merawat masyarakat, merawat anak-anak ataupun... Menjadi bagian dari hidup orang lain atau telah kembali keharibaan_Nya
Melalui bangku ini: 
merah putih, biru putih, putih abu-abu, dan warna warni
Menjadi manusia yang tak terlepas dari kehendak Tuhan-Nya
Insya Allah
Intinya Allah hanya menginginkan :
"Tidaklah Aku menciptakan jin &manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku
(QS.Adz-dzariyat:56)
Semua aktivitas niatnya hanya untuk beribadah

Kamis, 12 Maret 2015

Merindukan Skripsi


menunggu itu pekerjaan yang membosankan, itu tepat, tepat sekali,,, hal itu sangat saya rasakan pada saat menunggu keluar nya jadwal hasil.. dan.. saya sudah lupa hari itu hari apa yang jelas nya hanya ada satu hari diberikan waktu untuk membagikan undangan seminar kepada pembimbing dan penguji.. misalnya saja jadwal keluar undangan hasil di hari senin nah... ujiannya itu hari rabu.. gimana tidak khawatir saya..

keesokan harinya mmh.. pembimbing yang satu ini alhamdulillah bisa diberikan di rumahnya.. yang dua ada di kampus.. yang satu ini yang susah .. saya sms tak di balas balas sampai sampai nungguin beliau sampai sore.. kemudian sempat berpikir untuk jangan diberikan saja skripsi ini.. tapi settt.. terlintas di pikiran untuk bertanya kepada staff jurusan dan katanya..." telponki dek lebih bagus di telponki daripada tidak ada pemberitahuan sama sekali..dan setelahnya itu akan nambahhh... masalahhh...." di pikiran//"iya juga sichhh..." dannn... dengan rasa deg-degan saya telpn"maff pak ini dengan mahasiswa bimbingan bapak insya allah besok mau ujian hasil" dan...jawabanya adalah "bawa' saja kerumah" alhamdulillah.. hari itu sekitar pukul 5 lewat....

kau tau dipikiranku apa sebelum menelpon beliau, yang beliau akan katakan " kenapa baru nelpon,, besok sudah mau ujian lagi.. biasanya khan stafff memberikan undangan sepekan sebelumnya ini mah 2 hari sebelumnya.. itupun sodahh jam 2 an kayaknya baru undangannya keluar... begitulah prosess... sebelum hasil..

eh lupa saya belum cerita pada saat sebelum proposal,, dipertemukan dengan dosen yang betul-betul mahasiswa yang lain bilang "killer".. dan tidak sama dengan dosen sebelumnya  pada saat itu saya yang pertama kali konsultasi proposal...eh malah teman saya yang pertama kali di acckan.. dan.. kata-kata..dari teman-teman saya katanya "irma itu tidak disuka sama bapak. disentimen.. bapak tidak suka sama jilbab besar"..

tapi kata-kata itu tidak terbukti.. pada saat saya proposal saya terlambat masuk. bapak itu hanya pelototin saya.. saya kira bapak akan marah-marah di ruangan seminar tapi malah ia pergi dari ruangan sebelum saya presentasi.. saya sudah dumba-dumba pada saat itu.. mungkin tidak bisama berkata-kata pada saat seminar hehe... sebab kalau bapak marah itu bapak akan mengeluarkan kata-kata yang sangaaaa,......TT menyakitkan hati mahasiswa.. mungkin itu keberuntungan saya kali ya.... hehe...

dua dosen yang samap-sama "killer" tapi sebenarnya beliau baik loch buktinya alhamdulillah saya bukan mahasiswa lagi hehe...pembimbing yang saya ceritakan pertama kali itu yang sangat mempersulit saya..dan saya kira akan di bantai pada saat ujian tutup dan Alhamdulillah ternyata tidak

itu semua karena Pertolongan Allah.. Allah yang memegang hati beliau dan Allah pula yang membolak-balikkannya.. jika kita dizholimi oleh manusia maka balaslah dengan mendo'akan mereka kebaikan.. mendo'akan mereka untuk mendapatkan hidayah-NYA.. bukan malah mendo'akan yang tidak baik..

"ALLAH BERSAMA DENGAN PRASANGKA HAMBANYA"..SABDA-NYA..

"BERDO'ALAH MAKA AKAN KU KABULKAN" FIRMAN-NYA..


Sumber Gambar : miti.or.id