Selasa, 20 Juni 2017

Aku Rindu

By Google


Aku rindu jalan menuju rumahku
Dimana para bocah bersenandung riuh
Dengan gelak tawa saling beradu

Aku rindu masakan buatan ibu
Juga candaan Ayah yang membuatku tersipu malu
Yang semakin membuatku pilu

Aku rindu pada Tuhanku
Yang selalu membuatku rindu pada rumah, Ayah, dan juga Ibuku
Tapi,  DIA belum mengabulkan do’aku

Yang semakin  membuatku tergugu.

Setiap Fajar Tiba

By Google

Setiap fajar tiba
Ku mengingat setiap bait puisi yang kau perdengarkan padaku
Diksi yang manis di sertai senyuman yang manis

Setiap fajar tiba
Sesekali kau membuatkan aku kopi pelepas kantuk, agar kau bisa memandangku setiap detik. Ujarmu.

Setiap fajar tiba
Persuaan denganmu selalu kurindukan

sebab, merindumu seperti

siang merindukan mentari

malam merindukan rembulan

Senin, 19 Juni 2017

June


June …

Ku mohon sampaikan pada-Nya untuk memperlambat waktu agar aku bisa berlama- lama dengan Ramadan.

June …
Hentikanlah sejenak waktumu agar Ramadanku tak cepat berlalu.

June …
Jika ku bisa hentikan waktuku, akan ku hentikan sebab aku masih ingin bermulazamah dengannya.

Aku tak ingin Dia seperti ombak yang datang sebentar lalu pergi

Si Bontot



By Google


Menjadi anak bungsu tidak selamanya apa-apa mesti di penuhi, malahan kita di haruskan mendewasakan diri sebelum waktunya.

Malahan si bontot sering dijadiin tempat curhat oleh kakak-kakak tersayangnya

Dan sesekali dimintain solusi atas masalah-masalah kerumahtanggaan..

Lah … yang adik sebenarnya siapa sih?

Eh tapi tapi aku juga sering baca-baca artikel atau buku-buku yang ada kaitannya dengan masalah kerumahtanggaan loh ya…  untung –untung bekal sebelum nikah # eh hahaha…

Nah disini aku bisa jadi pendengar setia plus ajang tempat curhat..


Curhat dong mah…. Wkwkw..

Senyum Terakhir

By Google


Senyummu menjadi penyemangat hari-hariku, entah sejak kapan rasa ini hadir.

Jelasnya diriku bertambah semangat melakukan aktivitas hanya dengan melihatmu tersenyum.

Hari berganti hari terlewati dan rasa ini semakin menggebu. Ingin kuutarakan tapi …

Hingga tiba pada suatu hari

“Aku ingin melihat senyum itu Ma …”

“Maaf nak, kau tak bisa melihat senyum itu lagi,

"Maafkan ibu yang telah menikamnya"..



Terkenang

By Google


Aku masih mengingat dengan jelas 20 tahun yang lalu, sore itu kita duduk di rumah pohon yang kta buat bersama.

Kau banyak bercerita tentang kita berdua, ya hanya kita berdua. Kau tahu, kau terlihat sangat manis dengan seragam putih birumu serta rambut tergerai indah berantakan di karenakan usahamu membuat rumah pohon kita.

Hmm …, terlalu sering kita menghabiskan waktu di sini, kau selalu bercerita tentang mimpi-mimpi bersamaku.

“aku ingin tinggal disini menghabiskan waktu bersamamu, aku menyukai suasana disini, sangat indah, sejuk dan nyaman. Terbebas dari rutinitas hiruk pikuk dunia luar yang menjemukkan”.

Jika aku pergi lebih dulu darimu aku ingin pusaraku berada di dekat rumah pohon kita, aku ingin merasakan canda tawamu, melihat wajah cemberutmu ketika aku mengganggumu. Tentunya kapanpun kau merindu padaku dengan mudah kau datangi pusaraku.

Karena rindu padamu tak akan pernah berhenti dan tak akan pernah ada habisnya.

Minggu, 18 Juni 2017

Menjaga-Mu


Selain kuliah, rutinitas yang ku lakukan setiap hari adalah bertemu dengan kawanan pemabuk serta pemerkosa, yang terlihat tiada hari tanpa ritual tersebut.

Pemandangan yang memiriskan setiap hari terlihat di sekitar kompleks itu.

Sampai tiba di suatu hari ketika aku mulai berjalan ke arah rumah tiba-tiba saja aku melihat perempuan berpakaian seksi melintas di daerah mereka.

Seorang lelaki mendekati perempuan tersebut kemudian diikuti oleh sekelompok lelaki lainnya yang pada akhirnya perempuan itu di bawa ke sebuah tempat.

Perempuan tersebut telah di perkosa “pikirku”.

Entah apa yang ku rasakan saat itu.
marah, sedih, takut, atau ketiganya.

Dan tinggal aku sendiri disini tanpa siapapun, untuk kembali ke kampus sudah tidak bisa sebab jaraknya lumayan jauh, untuk pergi ke rumah temanpun begitu.

Akankah nasibku akan sama seperti perempuan yang kulihat tadi?
Beberapa menit ku habiskan hanya dengan berdiri, berpikir, pilihan mana yang akan aku pilih.

“Allah memerintahkan menjaga kehormatan wanita dengan menutup aurat, maka Insya Allah Allah pun akan menjaganya” tetiba ada yang berbisik di telingaku.

Bismillah dengan keyakinan ini aku melewati sekelompok preman itu dan yang terjadi adalah ..
Mereka semua tiba-tiba menunduk melihatku.

Rasa penasaran memuncak, mengapa mereka tiba-tiba menunduk? Aku hanya perempuan biasa,  yang hanya belajar menyempurnakan keislaman dengan berhijab syar’i.

Terlepas dari jangkauan mereka, aku segera ke kantor polisi dan melaporkan mereka.

Aku masih penasaran, penasaran dengan mereka yang tak menggangguku tempo hari, maka ku beranikan diri untuk ke kantor polisi dan bertanya akan hal ini.

Kau tahu apa yang mereka katakan?

Salah satu dari mereka menjawab

Kami takut denganmu sebab ada pria berbadan besar berbaju putih yang mengawalmu.

Allahu Akbar …


Benarlah kalimat ini “Allah memerintahkan wanita untuk menjaga kehormatannya maka niscaya Allah akan menjaganya”.

Rindu Harus Terhenti

By Google


Ketika kita bersua nanti, aku hanya ingin menyeruput kopi kesukaanku denganmu.

Hal yang sering kau utarakan ketika kita masih bersama dulu.

Kopi ini terlihat pahit tapi seketika akan menjadi manis ketika aku berada di dekatmu “ bisikmu dulu”.

Seringnya aku mengkhayalkan ini membuatku semakin ditikam rindu.


Dan kini, aku lupa di debar mana rinduku harus terhenti.

LAIL





Wallaili idza yagsya…

Demi malam apabila menutupi cahaya-Nya
Sungguh, malamku tak sama dengan malammu
Bulan yang memesonakan bumimu
Tak seindah ketika berada di bumiku

Semerbak cahaya
Khusyuknya ibadah
Seronok umatnya
Tak ada di bumiku …

Lailatulqoderi khoiru minalfisyahr …

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
Aku yakin malam kemuliaan itu  bukan hanya milikmu

Tapi juga milik kami
Milik wajah-wajah sayu
Milik bocah-bocah tak berdosa
Milik Ummiku, Abiku yang telah menancapkan Alqur’an di hatinya.