Kamis, 05 Januari 2017

"Cerita Cinta"

Image By Google

Andai … aku telah dewasa …
Usiaku berubah …
Dan sepertinya semua akan berubah
Dari biasa saja menjadi ganteng yang luar biasa
Dari cabi menjadi tidak cabi pastinya
Dan dari jomblo menjadi yah you knowlah …
Hmm … sebentar lagi tahun depan; eh besok ding dan otomatis usiaku berubah dan beberapa bulan lagi seragamku pun berubah.
Putih Biru

***

“Teng …; Teng …; Teng …
Bel tanda masuk berbunyi dan guru yang sangat tidak aku tunggu akan tiba tepat pada waktunya. Beliau sangat baik hati; tidak sombong; dan rajin menabung pula dan tentu saja akan menerangkan kembali si SIN; COS; dan TANGEN beserta kawan-kawannya yang membuat saya bertemu bidadari di alam mimpi.

“Pagi anak-anak … hari ini bapak akan memperkenalkan murid baru yang bernama Sandi Arta Mawarni. Tiba-tiba saja mata saya tertuju pada sumber suara.
“eits …; ada murid baru rupanya …”
“Hmm … jika di lihat dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ni anak cantik juga; pakai kacamata lagi; suka banget dengan cewek berkacamata. Kayak ada manis-manisnya gitu”.
Deketin ah …
“bagaimana teknik deketinnya yah?”

“ Sandi kamu duduk di sana”
Eh  bapak nunjuk bangku di sebelahku … Emang kosong sih penghuninya sudah pindah beberapa hari lalu. Bisik batinku.

“Hai; boleh kenalan gak?”
“udah tahu kan nama saya; baru beberapa menit yang lalu di sebut sama bapak”. Ujarnya agak ketus.
“Ya ampuuun ni cewek judes amat yak …; tapi dia bener juga sih tadi barusan di sebut; tiba tiba amnesiaku kambuh”.

***

Jam istirahat
“Ku lihat dia sedang membaca buku judulnya kumpulan sajak. Oh dia suka puisi; bagaimana kalau ku buatkan puisi saja;” bisikku.

Tiba-tiba saja ku menarik tangan temanku yang kebetulan lewat di hadapanku dan juga kebetulan memegang buku yang langsung ku robek selembar kertas dan menulisnya setelah itu menyuruh temanku untuk memberikan padanya.

Hidupku penuh kata kebetulan hihihi …

Kau tahu Sandi
Di bolak-balikpun kata rindu tak akan membentuk namamu tapi kata rindu akan selalu tertuju padamu.
Dari Gilang

“yes; dia membacanya. Aku pura-pura masuk kelas dan duduk deh di bangku”.
“Hai Gil …; namamu Gilang kan?” sahutnya.
“Eh kok tahu namaku Gilang?”
“Itu tertulis di dadamu ..”
“Oh iya hehehe”
“Kamu suka puisi ya?” tanyaku.
“Iya; suka banget”
Semenjak kejadian itu kita semakin dekat dan semakin intens bertemu.

Sandi … sejak pertama kali kita bertemu
Aku telah jatuh hati padamu
Bayangmu selalu hadir di hadapanku
Senyummu mengalahkan indahnya sang purnama

Terus?
Beliin … kuota dulu baru aku terusin …
“ih … kamu”
Oke cantik ini serius

Gerimis yang tak kelihatan
Angin memahatkan tiga patah kata di kelopak mawar

Kamu
Kamu
Kamu

Kamu tahu kenapa aku mencintaimu?
“Kenapa?”
Karena hanya kamu yang mau ama aku

“hahaha… nah kalimat terakhir ini saya suka banget”.
“idihhhh … ketawa … tapi tambah manis kok”.

Gilaaang … Banguuun …
Ya ampuuun… Cuma mimpi …










1 komentar:

  1. Hhaa... Cuma mimpi?

    Banguuun gilang, maju ke depan, kerjain soal Nomer 5

    BalasHapus